Langsung ke konten utama

Cara Menyikapi Musibah Kematian di Masa Pandemi Covid-19

Cara Menyikapi Musibah Kematian di Masa Pandemi Covid-19“Jangan mati sekarang” – ungkapan itu lebih berarti kepada anjuran untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya, bukan larangan untuk mati saat ini. Pasalnya, musibah kematian di masa pandemi Covid-19 akibat virus Corona ini meninggalkan cerita duka yang jauh lebih dalam.

Keluarga dari mereka yang meninggal dunia mengalami hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Mereka yang meninggal setelah tersebar kabar positif menderita Covid-19 ataupun yang meninggal dalam status PDP (Pasien dalam Pemantauan) atau ODP (Orang dalam Pengawasan) di beberapa tempat ditolak jenazahnya untuk dikuburkan oleh masyarakat.

Musibah Kematian Covid-19

Sungguh tega padahal mereka yang terduga ataupun sudah terbukti terpapar virus Corona telah ditangani dengan baik oleh rumah sakit, dengan penanganan yang sesuai dengan protokol yang berlaku. Tak manusiawi menolak mereka. Ketakutan telah membuat sebagian orang gelap mata dengan menolak saudara mereka sendiri.

Jangankan mereka yang meninggal karena musibah virus yang merebak akhir tahun 2019 ini, mereka yang meninggal bukan karena itu tak mudah mendapatkan tanah untuk penguburan. Harus ada kepastian yang legal, dari pihak yang berkompeten bahwa mereka meninggal karena suatu sebab yang bukan Covid-19.

Lalu bagaimana sebaiknya bersikap sebagai keluarga yang ditinggalkan? Sebaiknya lakukan hal-hal ini:

1. Ikhlaskan kepergian anggota keluarga kita berikut situasi dan kondisi yang sedang terjadi.


Mengikhlaskan kepergian orang yang disayangi tentunya tak mudah tapi harus dilakukan. Sulitnya mendapatkan tanah kuburan juga perlu dihadapi dengan ikhlas agar mudah menemukan jalan keluarnya.

Musibah kematian pandemi Covid-19
Sebuah nisan dari seseorang yang meninggal dunia 3 tahun lalu.


2. Bersabar dalam menjelaskan kepada mereka yang bertanya perihal kematian anggota keluarga kita.


Jelaskan dengan baik sebab-musabab meninggalnya anggota keluarga kita. Maklumi, situasi dan kondisi sekarang membuat orang khawatir, terlewat khawatir, bahkan ada yang kehilangan akal sehatnya. Jangan sampai kita ikut-ikut kehilangan akal sehat.

3. Berikan pengertian kepada para pelayat untuk tetap mematuhi seruan physical distancing.


Susah memang menjaga jarak, terlebih jika rumah duka berukuran tak besar. Sulit untuk menjaga jarak 1 meter setiap orang. Namun tetap usahakan sebisa mungkin menjaga jarak dan menyerukan pemakaian masker. Orang akan lebih menghargai jika yang menyampaikanya tuan rumah sendiri.

Memang suasana sedang berduka namun tetap perlu diingat bahwa kondisi kita sedang dalam keadaan darurat yang jika seruan-seruan pemerintah tak diperhatikan, bisa saja berakibat buruk. Kita saling menjaga sesama kita sebab entah siapa di antara kita yang menjadi carrier sekarang ini atau menjadi pembawa virus Corona itu.

Sudah banyak terbukti bahwa pembawa virus merupakan orang-orang yang terlihat sehat, bukan orang-orang sakit. Perlu memberi perhatian dalam hal ini untuk kemaslahatan bersama.

4. Tiadakan acara kumpul-kumpul setelah penguburan.


Ketika seorang tokoh di Makassar meninggal dunia, keluarganya mengumumkan mereka tak menyelenggarakan takziah dikarenakan wilayah Makassar termasuk zona merah pandemi Covid-19. Mereka meminta orang-orang yang bersimpati untuk memakluminya.

Sebuah tindakan terpuji sebab dalam Islam, shalat jenazah pun bisa digantikan dengan shalat ghaib bagi yang bersimpati. Menyelenggarakan jenazah hingga menguburkannya memang merupakan suatu kewajiban tetapi hukumnya fardhu kifayah yang artinya jika sudah ada yang menyelenggarakannya maka terpenuhilah kewajiban tersebut.

Musibah kematian pandemi Covid-19

Memang bukan situasi yang menyenangkan jika harus mengalami musibah kematian apalagi dalam keadaan sekarang ini. Allah yang Maha Berkehendak menakdirkan ujian seperti ini, berarti yang mengalaminya merupakan orang-orang yang tabah dan tangguh sebab takkan ada yang mendapatkan ujian di luar kesanggupannya.

Namun sekali lagi, semuanya harus kita hadapi dan sikapi dengan baik karena keadaan yang tak sama lagi dengan dulu. Semoga jika kita semua patuh dengan seruan physical distancing, wabah ini cepat berlalu dan kita bisa segera kembali kepada keadaan semula.


Komentar

  1. Hiks memang sedih banget mendengar kematian karena covid 19 ini.
    Temenku mengalaminya, dan aku sebagai temannya ga bisa ngapa2in saat ini hanya bisa mendoakan dari jauh saja. Demi kesehatan bersama..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mak. Apa boleh buat ya. Untuk kemaslahatan bersama juga.

      Hapus
  2. Semoga kita semua dalam lindungan-Nya ya mbak dan juga terjauh dari musibah khususnya dari covid-19 ini.. dengan senantiasa berdoa dan terus berupaya dengan hidup sehat (makan sehat, olahraga dan jaga kebersihan diri) InshaAllah pandemi ini segera berakhir ya mbak.. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, aamiin ... semoga semua mematuhinya ya Mak.

      Hapus
  3. Amiin... Tak putus berdoa semoga pandemi ini segera berakhir ya. Meskipun buanyak sekali pelajaran yang kita dapatkan namun banyak juga perih yang kita alami. Semoga kita semua sehat selalu. amiin

    BalasHapus
  4. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika ada saudara yang berpulang ke rahmatullaah di tengah situasi pandemik corona, kita tidak bisa ikut menguburkan. Meskipun almarhum meninggal bukan karena virus tsb. Bisanya mendoakan dr rumah saja. Kasihan pasangan hidup dan anak2 yg ditinggalkan hiks :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mbak ... seperti yang baru saja saya alami, kehilangan kakak sepupu dekat.

      Hapus
  5. sediiih ya mba jika mengalami musibah seperti sekaran gini..pandemik ini aja sudah menjadi musibah global, apalagi jika anggota keluarga tercinta yang meninggal. Semoga kita bisa selalu dalamlindungan -Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih, Mbak Indah. Aamiin. Semoga ya kita semua selalu dalam lindungan Allah.

      Hapus
  6. Hiiks...sedih yaa....
    Kepergian yang semestinya diiringi oleh sanak keluarga, harus dilewati dalam sunyi.

    BalasHapus
  7. Semogaaaa keluarga yg ditinggalkan kuat, sabar dan ikhlas ya.
    Tidak mudah memang.
    Saatnya saling menguatkan

    BalasHapus
  8. Kemarin aku diskusi dengan suami, kematian anggota keluarga itu gak enak banget, ditambah lagi terjadi saat pandemik ini. Deritanya berlipat-lipat. Ah bagi mereka yang ditinggalkan karena Corona, semoga semua tetap sehat, dan tabah menjalani segala kehilangan ini. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya, Kak, tidak enak banget :(

      Hapus
  9. Subhanallah. Ya Allah memang sedih sekali bagi keluarga yaah Kak. Kabarnya juga banyak yang tidak mengizinkan untuk dikuburkan. Terima kasih tipsnya kak. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin.

    BalasHapus
  10. Mertua saya meninggal 2 minggu lalu pas udah ramai kondisi pandemi covid19 ini. Keluarga masih ngadain tahlilan ramai, saya sendiri sedih karena disaat dianjurkan menjaga jarak malah banyak orang berkumpul

    BalasHapus
  11. Pandemi Covid-19 ini mengubah seluruh sendi kehidupan kita ya.
    Meninggal dan sakit menjadi hal yang menakutkan sekarang ini.
    Semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik dan pandemi segera hilang.

    BalasHapus
  12. sedih banget kalo ada kematian di tengah covid ini, entah karena covid atau bukan tetap saja sedih, sebab memang dilarang berkumpul dan tentu saja kita jd tidak leluasa bertakzaih ke rumah duka

    BalasHapus
  13. Seperti ada tapi tak terlihat ya mba, pandemi covid19, penyebarannya sangat cepat dan massive plus korban jiwa bertambahan

    BalasHapus
  14. Sedih banget mendengarkan adanya penolakan jenazah, termasuk jenazah tim medis yg sudah berjuang. 😭😭

    Dan kita juga sementara gak bisa takziah. Demi kebaikan bersama.

    Semoga pandemi corona segera hilang dari bumi ini.

    BalasHapus
  15. kalau baca2 berita, suka berpikir dan merenung. Apalagi berita soal kematian, banyak reaksi yang datang. Memang perlu keikhlasan dan kedewasaan bersikap... Semoga keluarga di manapun berada yang ditinggal karena corona diberi kekuatan dan ketabahan..

    BalasHapus
  16. Aamiin. Saat ada berita perawat yang ditolak jenasahnya karena positif covid19 sedih banget mendengarnya. Sampai segitunya. Prihatin juga ternyata penyebaran berita yang bernar tentang covid19 belum tersampaikan dnegan baik ke semua pihak.

    BalasHapus
  17. penolakan jenazah memperlihatkan banyak di antara kita yang mengaku bertuhan tapi tidak berperikemanusiaan. Sedih banget memang...
    semoga semua keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan

    BalasHapus
  18. Dampak pandemi covid ini memiliki tanggapan berbeda-beda dari semua orang ya. Yang miris itu mengenai penolakan jenasah korban positif corona. Lebih miris lagi jika sebenarnya meninggal karena penyakit lain tetapi diperlakukan sama dengan korban pandemi. hiks ..

    BalasHapus
  19. Sungguh terpukul pasti melihat ada pihak keluarga yang meninggal di saat seperti ini.
    Dan kesulitan keluarga mesti ditambah lagi dengan penolakan pemakaman.
    Sungguh keterlaluan!

    BalasHapus
  20. Semoga pandemi cepat berlalu dan kita semua bisa memetik hihmah ya, Mak
    Di Balikpapan juga ada yang meninggal karena corona dan dikuburkan sesuai prosedur.

    Memang perlu literasi untuk menyikapi musibah kematian di masa pandemi ini, agar teredukasi .

    BalasHapus
  21. Ya Allah mau meweekk. Kapan hari sepupu temenku meninggal dan perlakuannya kyk jenazah penderita covid :(
    InsyaAllah yg terbaik. Semoga kita semua survive ya dr pandemi ini aamiin

    BalasHapus
  22. Semoga pandemi segera berlalu
    Iya bener covid ini ngajari kalau ternyata kematian itu sebenarnya sudah dekat sama kita. Semoga berbekal banyak biar saat bersamaNya bisa bersama menikmati surga


    Survive ya mak kita insyaAllah

    BalasHapus
  23. Heran juga loh dengan pandangan orang yang sampai menolak jenazah orang yang terkena covid gini. Covid19 kan bukan Ebola ya yang sampai harus disegituin. Sedih deh jadinya kalau seperti ini. Butuh kontrol dari pemimpin masing-masing daerah nih agar enggak ada kejadian penolakan jenazah yang tidak manusiawi seperti ini.

    BalasHapus
  24. Siapa sih yang mau terkena virus kayak gini. Aku kesel deh sama orang-orang yang nolak jenazah pasien covid19. Gimana kalau seandainya itu terjadi di keluarga mereka coba?

    Jadi inget kemarin ada berita viral, seorang polisi yang nguburin sendiri jenazah pasien covid19 karena nggak ada satupun warga yang mau nguburin. Hiks.

    BalasHapus
  25. Beberapa kali baca berita soal kematian akibat pademi sedih banget. Apalagi lihat prosesnya pas ada videonya.
    Semoga kita semua disehatkan selalu.

    BalasHapus
  26. Aku enggak paham sama lingkungan kita. Mereka tidak percaya korona, tapi saat ada jenazah mereka menyingkir dan tak mau menerimanya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Veronika Asisten Virtual Telkomsel via Whatsapp, Jangan Sampai Salah

Tanya Veronika Asisten Virtual Telkomsel via Whatsapp, Jangan Sampai Salah – Veronika adalah sapaan bagi asisten virtual Telkomsel yang mana merupakan pelayan para pengguna kartu telekomunikasi berwarna dominan merah ini. Layanan ini berbasis digital chat yang bertujuan memudahkan para pelanggannya dalam melakukan beragam aktivitas, seperti pembelian pulsa, mengecek sisa kuota internet, menukarkan poin Telkomsel, mencari lokasi MyGraPARI atau informasi layanan Telkomsel lainnya.

Cara Membuat Masker Kain dari Scarf Tanpa Dijahit

Cara Membuat Masker Kain dari Scarf Tanpa Dijahit -  Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, menggunakan masker jika terpaka harus keluar rumah adalah kewajiban. Apalagi untuk wilayah atau kota-kota yang sedang menjalani masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti Makassar.

4 Cara Agar Suami Tenang Berbelanja

Pada  jaman now, menjalani masa pandemi ini membutuhkan kerja sama yang solid antara suami dan istri. Ketika masa ini, bukan lagi hal yang tabu jika suami berbelanja dan banyak suami yang ikhlas keluar rumah untuk berbelanja maka diperlukan cara agar suami tenang berbelanja.