Langsung ke konten utama

Cara Membuat Masker Kain dari Scarf Tanpa Dijahit

Cara Membuat Masker Kain dari Scarf Tanpa Dijahit Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, menggunakan masker jika terpaka harus keluar rumah adalah kewajiban. Apalagi untuk wilayah atau kota-kota yang sedang menjalani masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti Makassar.

Sayangnya, masker yang dulu mudah sekali diperoleh di apotek-apotek dengan harga murah, hanya sekira dua puluh lima ribu rupiah satu dus, kini sudah sangat mahal. Masih bagus kalau tersedia, barang ini menjadi barang langka sampai-sampai sejumlah orang berpikir untuk menimbunnya untuk menjualnya kembali dengan harga yang luar biasa mahal.

Sekarang ini pemerintah mengimbau masyarakat umum untuk menggunakan masker kain. Memang sudah mulai banyak orang yang memproduksi sendiri masker kain dengan beragam kualitas. Yang paling bagus adalah yang menggunakan dua lapis kain katun combed dan diselipkan tisu lagi di dalamnya.


Masker demikian konon sangat memadai untuk menghindarkan kita dari virus Corona yang memiliki ukuran diameter sangat-sangat kecil. Para crafter yang peduli melakukan gerakan membuat masker seperti ini dan membagikan polanya ke media sosial.

Namun bagaimana jika kita belum mendapatkan masker kain yang memadai atau tiba-tiba tak menemukan masker kain sementara  keadaan urgent? Adakah cara membuat masker kain tanpa dijahit?

Tenang, saja kita masih bisa berkreasi dengan menggunakan scarf atau kain katun berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang dengan ukuran luas minimal 27 x 27 cm2. Nah, dalam tulisan ini, Carajalani membagikan cara melipat scarf sehingga bisa menghasilkan masker yang memadai untuk kita pergunakan sehari-hari. Bisa lho kita membuat masker kain dari scarf tanpa dijahit!

Di sini yang digunakan adalah scarf berukuran luas 50 x 50 cm2. Memang besar sih jadinya, tebal pula. Tapi Carajalani pernah menggunakannya selama berjam-jam ketika harus melayat dan menghadiri penguburan keluarga dekat 10 hari yang lalu. Nyaman-nyaman saja menggunakannya dan bagusnya kacamata yang dipergunakan aman, tidak beruap.

Nah, mari kita bahas bahannya dulu.
Bahannya apa saja?

Karet yang dipergunakan. Perkirakan ukuran panjangnya. Bisa diikat ujungnya atau
dijahit kalau mau lebih rapi.

Cukup sediakan kain dan dua buah karet. Bukan karet gelang biasa ya, karena karet gelang biasa terlalu kecil, bisa bikin telinga kita sakit. Di sini Carajalani menggunakan karet berwarna putih yang biasa dijadikan bahan untuk bagian pinggang celana berukuran kecil.

Kebetulan Carajalani masih punya stok karet yang dulu dibeli sewaktu anak sulung masih berusia batita (di bawah 3 tahun). Sekarang sulungnya in syaa Allah menuju usia 19 tahun. Karetnya masih kuat lho, awet ternyata.

Caranya bagaimana?
Simak ya, caramembuat masker kain dari scarf tanpa dijahit:

1. Bentangkan kain. 


2. Lipat dari sisi yang satu menuju ke bagian tengah. Demikian pula sisi yang berlawanan, dilipat juga menuju bagian tengah hingga rupanya menjadi simetris.




3. Lipat lagi hingga kedua sisi panjangnya bertemu.




4. Lipat dua lagi.

5. Masukkan kedua karet ke bagian sisi kanan dan kiri.


6. Lipat kedua bagian sisi pendeknya ke arah dalam. Perkirakan sesuai dengan wajah kita. Jangan sampai terlalu besar atau terlalu kecil di wajah. Usahakan sisi pendek di kedua ujungnya saling dimasukkan sehingga bisa sedikit “terkunci”, agar tidak mudah terlepas.




7. Atur karetnya di bagian kedua ujung. Coba di wajah kita. Jadi deh maskernya. Sudah bisa dipakai ke luar rumah.




Masker kain dari scarf kepunyaan Carajalani jadinya 12 lapis, bukan hanya 2 atau 4 lapis. Alhamdulillah nyaman-nyaman saja menggunakannya karena memang kainnya nyaman ya. Lembut, halus, dan tidak tebal. Mengenakannya selama 5 jam, tak melepasnya satu kali pun berhasil dilakukan demi melakukan perlindungan maksimal.

Kalau Anda mau membuat masker kain dari scarf tanpa dijahit seperti ini, pastikan kainnya memang nyaman dikenakan sebagai masker. Jangan gunakan kain yang bertekstur kasar dan tebal, pasti tidak akan nyaman rasanya. Silakan mencoba.



Komentar

  1. iih gampang ya buatnya? pakai jilbab yang pendek pun bisa ya? Tapi saya dapat informasi masker yang bagus itu saat dipakai, kalau niup lilin nggak mati. Kalau scarf atau jilbabnya bahan agak tebal yakin ga akan mati ya lilinnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he iya, punya saya, saya hitung ada 12 lapis, tidak bisa mati lilin dipake niup. 😁

      Hapus
  2. Wah, iya nih aku pernah lihat di DIY mana gitu cara bikin masker dari saputangan maupun scarf tanpa dijahit. Paling ga ukurannya minimal 25cm atau 27 kan kalau saputangan. Ternyata mudah ya yang penting kita punya niat dan kreativitas tinggi. Jadi hemat ga perlu beli masker nih, keren Mbak Mugniar!

    BalasHapus
  3. Waaa gampang banget banget ini caranya, praktik ah..

    BalasHapus
  4. Aahh kreatif banget sih, apapun caranya yaaa asalkan ada kemauan masker pun jadi.
    ga ada alasan lagi ga ada masker. demi kesehatan ayo pake masker..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuull, tak ada alasan. Bahkan mo pake karet gelang pun sebenarnya bisa saja. 😁

      Hapus
  5. boleh nih tutorialnya. mau praktekin ahh. masker mulai langka soalnya

    BalasHapus
  6. Aku sempat nyobain bikin gini dan pakai waktu lagi belanja ke supermarket, karena kebetulan memang maskerku habis dan masker kain yang dipesan belum datang. Nah bagian karet kebetulan ada stok ikat rambut di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya betul, ikat rambut boleh dipake ya

      Hapus
  7. wah keren nih, bisa pakai scarf apapun ya mba. alhamdulillah idenya bisa digunakan ketika lagi urgent ke luar rumah dan masker dicuci semua lalu gak ada masker yang sekali pakai

    BalasHapus
  8. Ihh ya Allah, kreatif juga sih mbak. Gampang ya, aku punya scarf tipis gitu. Pernah lihat juga di sosmed tapi belum pernah dicoba. Selama ini aku jahit sendiri, tapi sempat juga pesan ke sepupu yang mulai produksi sejak diliburkan dari pekerjaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, gampang ternyata, Mbak Wati ... bisa dicobain di rumah.

      Hapus
  9. Bisa dipraktekkan, sederhana pula caranya. Aku keluar rumah pakai masker kain. Sekarang banyak penjahit yang buat masker sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau stoknya banyak Jiah. Kalau pas darurat bisa pakai scarf atau sapu tangan.

      Hapus
  10. Wah kreatif mba. Iya kalau kita ga nemu masker biasa pakai masker kain aja. Terus kalo kurang tebel tinggak dilapisi tisu aja ya di dalamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Tapi kalau pake cara ini, sampe 12 lapis lho Mbak hehe

      Hapus
  11. Gampang banget ya ini. Langsung pengen ngubek scarf deh saya kalau semudah ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, gampang hehe. Pakai sapu tangan pun bisa, Mbak Chi

      Hapus
  12. Duh, jadi pingin nyoba bikin juga... Tapi cuma punya scarf 1, itupun lupa disimpen di mana, huhuhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Punya saya pun, Mbak tinggal satu ini. Dulu punya yang lain, eh hilang huhu,

      Hapus
  13. Waah...mudah yaaa. Kapan2 bisa dicoba soalnya saat ini masih ada stok masker kain buatan jg (yang dalamnya kasih tisu). Btw...itu tali dibeli dari usia 3 tahun sampai skrg berarti sudah 6 tahun dan masih kuat ya Mbak hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dah 13 tahun, Mbak ... hehe, sejak si sulung batita.

      Hapus
  14. Wah, terimakasih mbak, Dewi jadi bisa buat sendiri tanpa menjahit. Dan bisa menggunakan scraft yang ada��
    Salam dari optimasi twitter��

    BalasHapus
  15. Ini bukti corona tidak selalu negatif ya, Mba Niar.
    Orang-orang pun terimnpirasi jadi kreatif.

    Semoga pandemi cepat berlalu dan kita bisa memetik hikmah dari semua ini

    BalasHapus
  16. Mba insiratif nih, memanfaatkan barang yang ada dirumah, aku kurang kreatif baca ini jadi pengen coba kadang masker lagi dicuci eh mau keluar rumah jadi bisa pakai ini yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa Mbak ... yang ini saja, dengan cara ini maksudnya bisa jadi 12 lapis. Saya sih pakenya bisa nyaman karena agak tipis kainnya. Lembut pula :)

      Hapus
  17. Yeayy, ternyata super gampiill.
    InsyaAllah daku mau coba aahh, supaya ngga mati gaya pas #DiRumahAja

    BalasHapus
  18. Mudah ternyata ya Mbak buatnya. Sederhana namun berguna. Saya belum sempat buat sendiri karena ternyata di rumah masih ada sisa satu box masker sisa saya batuk pilek tahun lalu. Laaaah pas beres-beres ketemu, mana maskernya bagus. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  19. Mau aku coba ah bikinnya kayaknya mudah dan Ini bisa juga dijadikan cara bermain dengan anak-anak untuk mengisi waktu luang di rumah

    BalasHapus
  20. Praktis ya. bisa jadi solusi saat kehabisan masker nih. Makasih ya mbak, infonya berguna bangettt.

    BalasHapus
  21. Jadi walau gak nemu masker gak usah galau bisa manfaatinyang ada aja ya mbak. Gak bisa jahir masker sendiri ya gpp, bis abikin DIY masker tanpa dijahit kek gini :D TFS

    BalasHapus
  22. saya liat cara ini di hitam putih. tp karetnya pakai karet gelang. simpel yAa.. tp agak tebel sih

    BalasHapus
  23. Sukaaa...
    Bermanfaat banget idenya, kak...
    Selama ini, kami beli masker kain, tapi sangat menyiksa. Suami bolak-balik ngeluh kalau terlalu ketat.

    Aku saranin pakai begini aja yaa...
    Nyaman.

    BalasHapus
  24. Kalau bisa buat sendiri di rumah dengan bahan yang sederhana dan pembuatannya yang mudah, gak perlu beli-beli masker ya. Lebih praktis dan ekonomis

    BalasHapus
  25. Kalau darurat bis ini tipsnya digunakan, alhamdulillah aku ada beberpa masker diberi orang lain, mau bikin belum sempat menjahit aja.

    BalasHapus
  26. Thanks ka, materinya sangat bermanfaat sekali buat aku. Aku suka banget ^^ Silakan cek Situs Togel Online Terbesar di Asia

    BalasHapus
  27. wah keren nih, life hacks yang bermanfaat banget disaat sekarang

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Veronika Asisten Virtual Telkomsel via Whatsapp, Jangan Sampai Salah

Tanya Veronika Asisten Virtual Telkomsel via Whatsapp, Jangan Sampai Salah – Veronika adalah sapaan bagi asisten virtual Telkomsel yang mana merupakan pelayan para pengguna kartu telekomunikasi berwarna dominan merah ini. Layanan ini berbasis digital chat yang bertujuan memudahkan para pelanggannya dalam melakukan beragam aktivitas, seperti pembelian pulsa, mengecek sisa kuota internet, menukarkan poin Telkomsel, mencari lokasi MyGraPARI atau informasi layanan Telkomsel lainnya.

4 Cara Agar Suami Tenang Berbelanja

Pada  jaman now, menjalani masa pandemi ini membutuhkan kerja sama yang solid antara suami dan istri. Ketika masa ini, bukan lagi hal yang tabu jika suami berbelanja dan banyak suami yang ikhlas keluar rumah untuk berbelanja maka diperlukan cara agar suami tenang berbelanja.